Zhang Xin Buruh Perempuan Yang Jadi Majikan Properti

Friday, January 24th 2014.

Zhang XinSituasi ekonomi di Cina mendorong beragamnya nasib dari rakyatnya. Termasuk seorang buruh perempuan bernama Zhang Xin. Dia pernah mengalami pahitnya nasib akibat orangnya terusir di masa kepemimpinan Mao. Risikonya adalah kemiskinan berkepanjangan yang seolah tak pernah jelas masa depannya.

Lima Tahun Memburuh

Hidup dalam kemiskinan sejak kecil tidak membuat perempuan ini berpatah arang. Ia harus bekerja untuk menghidupi nasibnya sebagai buruh pabrik. Tenaganya sebagai buruh dihabiskan dalam rentang perjalanan selama lima tahun.

Waktu yang cukup panjang dan membuatnya berpikir ulang untuk menata kehidupan baru. Lalu pergilah dia ke Inggris.

Di kota London, dia bekerja sebagai pelayan restoran sekaligus mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Perjuangannya pun berhasil dan membuahkan beasiswa. Bahkan perjalanan akademisnya pun berlanjut hingga tahapan maste dengan hasil memuaskan. Pekerjaan yang lebih jelas pun ia dapatkan di sebuah bank terkenal. Namun, mental yang telah terbina sedemikian keras dalam hidupnya pun membuat ia ingin mengubah lebih baik lagi. Lalu, kembalilah ia ke tanah airnya.

Berangkat Dari Nol

Dia benar-benar kembali mengawali dari titik nol. Karena di Cina semuanya hampir berbeda dengan Eropa. Tetapi sebagai seorang pemula dalam bidang properti, ia adalah seorang perempuan pengusaha yang tangguh.

Satu persatu pun langkah mulai ditetapkan. Ia mendirikan perusahaan SOHO dan lambat laun jaringannya pun melebar. Kini, perusahaannya telah dikenal baik oleh masyarakat internasional dengan reputasi terbaik.

Kegigihan Zhang Xin sangat patut menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk tak mau kalah dengan dominasi pria pengusaha. Segalanya sangat mungkin bahwa jika kita berada pada titik yang paling rendah.

Zhang Xin membuktikannya dengan ragam pengalaman sebagai buruh dan akhirnya melanjutkan pada petualangan bisnis yang lebih mandiri dan sukses.