Wirausaha Modal Kecil

Friday, June 22nd 2012.

Wirausaha Modal Kecil dengan Pot Kayu Unik

Siapa bilang memulai wirausaha harus dengan modal besar?

Selama Anda memiliki tekad yang kuat, wirausaha modal kecil pun akan menjadi sebuah tambang keuntungan bagi Anda.

Berwirausaha berarti Anda memiliki sebuah freedom of time, dan financial freedom.

Sebuah pilihan yang tepat bagi Anda yang kreatif dan enggan menjadi orang gajian seumur hidup. Sayangnya, memulai wirausaha identik dengan mengeluarkan modal yang tidak sedikit.

Modal harus besar jika ingin maju, mungkin ini yang terlintas di benak orang. Padahal tidak selamanya demikian. Banyak pewirausaha yang sukses memulai wirausaha dengan modal kecil, dan hanya memulainya dari rumah saja.

Salah satu profil yang bisa menginspirasi adalah pengusaha pot unik dari Tangerang, Helmi Suhaemi. Berbekal keterampilan yang ia dapatkan di perusahaan pembuat pot–tempat ia bekerja dulu– Helmi bersiap untuk berwirausaha modal kecil.

Contoh Wirausaha Modal Kecil : Pot Kayu Unik Beromset Belasan Juta

Barang bekas biasanya tak menarik mata. Namun di tangan Hemi, kayu-kayu bekas yang tidak terpakai malah menjelma menjadi pot-pot kayu unik yang sekarang banyak menghiasi sudut-sudut perkantoran, hotel, mall, dan rumah-rumah di DKI Jakarta.

Pot kayu yang dibuat dari kayu bekas dan tak terpakai ini, malah tampak eksotis dengan urat-urat kayu yang menonjol, memberikan kesan alami, dan indah. Hal inilah yang membedakan pot-pot kayu ini dengan pot-pot lain yang banyak kita jumpai di pasaran.

Helmi memulai usahanya dengan membuat pot bunga dari bahan kulit kayu, namun menemui banyak kendala diantaranya adalah bahan baku, selain itu pot bunga dari kulit kayu ini ternyata peminatnya sedikit. Akhirnya Helmi banting setir dan menemukan bahan baku dari kayu bekas.

Limbah kayu ini adalah potongan kayu yang biasanya menjadi tatakan barang-barang produksi pabrik dan sudah tak terpakai. Umumnya kayu-kayu bekas ini adalah jati Belanda dan ternyata sangat sesuai saat dibuat menjadi kerajinan pot kayu, karena setelah dicat malah muncul urat-urat kayu yang menarik dan eksotis.

Pot kayu ini sangat sesuai jika dipakai untuk bunga dari plastika tau bahan sintetis lainnya karena kurang cocok jika digunakan untuk pot dari tanaman sesungguhnya, alasannya adalah pot kayu ini akan cepat rusak jika sering terkena air sebagaimana karakter kayu.

Helmi memproduksi pot-pot kayu ini dalam berbagai ukuran dan berbagai jenis. Bentuknya pun disesuaikan dengan selera pasar. Ada yang berbentuk kubus, trapesium, segi lima, lima dan lain-lain.

Kini produksi Helmi sudah memiliki pasar tersendiri. Walaupun banyak pesaing Helmi optimis bahwa pot-pot kayunya memiliki kualitas dan desain tersendiri yang mampu memikat konsumen.

Helmi dibantu lima karyawannya memproduksi pot-pot kayu ini dari teras rumah saja, dia membuktikan bahwa wirausaha modal kecil yang dikembangkannya telah mampu meraih omset belasan juta per bulan bahkan terkadang menyentuh omset puluhan juta, suatu hasil yang luar biasa dari tekad wirausaha modal kecil.

Anda tertarik menyusulnya?