Usaha Warung Nasi Kuning Hangat

Wednesday, July 31st 2013.

Jika dibandingkan dengan warung nasi bungkus yang biasanya buka dari siang hingga malam hari, usaha warung nasi kuning punya waktu operasi yang lebih pendek yaitu hanya dari pagi (biasanya pukul 6 atau 7) hingga paling siang pukul 11, apalagi jika warung nasi kuning ini memang tidak menjual apa-apa lagi.

Jika anda ingin memiliki usaha warung tetapi tidak ingin menghabiskan waktu seharian di warung tersebut, anda bisa membuka usaha warung nasi kuning saja.

Anda bisa menyiapkan dan memasak bahan-bahannya pagi-pagi sekali, menjualnya di jam-jam saat orang baru bangun tidur dan ingin sarapan, lalu berhenti berjualan di siang hari.

Apa yang Harus Disiapkan?

Warung nasi kuning sederhana termasuk jenis usaha kecil yang tidak membutuhkan banyak modal. Karena orang yang membeli nasi kuning kerap kali hanya membeli untuk dibawa pulang, anda bisa menyiapkan kios kecil berupa meja dan lemari kaca kecil serta meja untuk tempat menaruh nasi, bungkus kertas minyak atau daun pisang, koran dan tas plastik.

Kalaupun anda menyediakan meja dan bangku, satu atau dua meja dengan empat bangku pun sudah cukup.

Jika anda ingin memulai usaha jual nasi kuning sendiri, berikut beberapa hal yang harus disiapkan:

1. Meja untuk tempat menaruh perlengkapan (anda bisa menggunakan meja milik sendiri untuk menghemat modal).

2. Lemari kaca untuk menyimpan piring dan wadah lauk (bisa didapat dengan harga murah di toko grosir perlengkapan jualan atau pasar).

3. Dandang untuk tempat nasi yang baru dimasak.

4. Perlengkapan yang biasa seperti sendok dan garpu plus piring makan (jika anda melayani makan di tempat), sendok nasi, sendok sayur, rantang dan sebagainya.

5. Bahan-bahan seperti nasi, kunyit, air, telur untuk direbus dan dibumbui, mi, ayam atau ikan, bahan sambal, bawang goreng dan kelapa serundeng serta tempe. Rupa-rupa dan cara pembuatan masing-masing lauk pauk ini bisa disesuaikan dengan jumlah modal awal anda.

Modal untuk memulai usaha warung nasi kuning sederhana tidak mencapai 10 juta rupiah, apalagi jika usaha warung anda benar-benar kecil-kecilan dalam artian tidak melayani makan di tempat.

Katakanlah, jika anda menjual nasi kuning seharga 10 ribu rupiah per porsi, dan mampu menjual 50 porsi dalam sehari, maka dalam sebulan keuntungan anda bisa mencapai sekitar 15 juta rupiah; tidak buruk untuk sebuah usaha kecil.

Untuk memotong modal usaha dan mengusahakan agar warung laku, anda bisa membuat warung nasi kuning yang hanya melayani bungkus bawa pulang, dan usahakan memilih lokasi berjualan di sekitar pemukiman.

Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa usaha warung nasi kuning anda akan selalu mendapat pelanggan setiap hari.