Usaha Anda Tidak Ingin Merugi? Atur Dengan 3 Cara Ini

Friday, September 19th 2014.

keuangan usaha kecilMengatur keuangan usaha kecil yang baru dirintis memang bukan hal mudah. Salah-salah belum sempat menabung, uang laba sudah habis terlebih dahulu.

Hal ini mungkin pernah dialami oleh beberapa pengusaha atau mungkin oleh Anda sendiri. Lalu bagaimana cara cerdas mengatur keuangan usaha kecil yang baru dirintis?

Pastikan Anda menggunakan cara cerdas untuk mengatur keuangan Anda dengan mengatur porsi keuangan, memisahkan rekening pribadi dan rekening usaha, serta menjaga diri dari godaan.

Atur Porsi Keuangan

Atur porsi keuangan usaha kecil milik Anda, dapat lakukan dengan mencatatan sedetail mungkin setiap transaksi yang terjadi.

Atur porsi jumlah dana yang dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan, gaji karyawan, dan keuntungan yang ditargetkan untuk ditabung dan dikembangkan. Porsi 30:30:30:10 mungkin dapat Anda coba untuk awal usaha Anda.

Adapun penjabarannya yakni 30% untuk biaya operasional, 30% untuk gaji, 30% untuk mengembangkan usaha dan 10% untuk laba yang ditabung. Adapun porsi ini bukan porsi mutlak. Anda dapat menyesuaikan dengan kondisi besarnya usaha kecil milik Anda.

Rekening Pribadi vs Rekening Usaha

Kesalahan yang sering dilakukan para pelaku usaha kecil adalah menyamakan rekening pribadi dengan rekening usaha. Sekecil apapun UKM yang Anda jalankan berusahalah konsisten untuk memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha.

Memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha akan memudahkan Anda dalam monitoring perkembangan usaha Anda.

Hindari Godaan

Poin ketiga ini adalah poin yang paling penting dalam menjalankan suatu bisnis. Anda harus dispilin dan tahan godaan agar tetap dapat konsisten dengan porsi keuangan yang telah Anda buat. Tidak sedikit pengusaha yang tergoda untuk membeli barang yang belum dibutuhkan.

Oleh karena itu, Anda perlu menyusun daftar belanjaan kebutuhan usaha Anda sedetail mungkin. Pastikan Anda hanya membeli barang yang memang Anda butuhkan untuk kegiatan operasional usaha Anda.