Tips Memilih Peluang Reseller Obat Herbal

Thursday, August 15th 2013.

Anda memiliki minat besar dalam usaha obat herbal namun bukan termasuk ahlinya? Salah satu alternatif usaha yang bisa anda jalankan adalah menjadi pedagang reseller untuk produsen obat herbal.

Dengan menjadi pedagang reseller, anda tinggal menjual produk orang lain dan keuntungannya pun tinggal dibagi.

Jadi, anda bisa hanya mengeluarkan sedikit modal untuk memulai usaha yang berpotensi sukses. Karena saat ini ide pengobatan alternatif sebagai pendamping pengobatan konvensional sedang menjamur, peluang pasar untuk obat herbal selalu terbuka luas.

Obat herbal ini bisa berupa macam-macam; mulai dari minuman kesehatan, pil dan kapsul, serbuk hingga konsentrat dan jus.

Setelah melihat luasnya lapangan usaha obat herbal di Indonesia, anda mungkin bertanya-tanya; bagaimana memilih reseller yang bisa dipercaya?

Untuk memilih peluang usaha reseller obat herbal, ada dua aspek yang perlu anda perhatikan yaitu keabsahan usaha serta khasiat produk itu sendiri.

Berikut beberapa tips untuk menyeleksi baik tidaknya usaha reseller dilihat dari keabsahan usahanya:

1. Cari tahu sudah berapa lama usaha obat herbal tersebut berjalan. Masuklah ke berbagai forum online yang membahas obat herbal dan cari tahu tentang usaha reseller yang hendak anda geluti ini. Forum yang spesifik biasanya bisa memberi informasi yang cukup lengkap tentang suatu bisnis obat herbal.

2. Jangan langsung menyambar peluang usaha yang ditawarkan; lebih baik jika anda mengirim email berisi pertanyaan atau telepon langsung si pemilik usaha, bahkan kalau perlu langsung datangi kantor atau pusat usahanya.

3. Apakah pernah ada keluhan tentang usaha reseller yang dilakukan oleh produsen obat herbal ini? Pastikan anda mencari testimoni dan ulasan sebanyak-banyaknya tentang bisnis reseller ini sebelum memulai.

Sedangkan tips untuk menyeleksi produk obat herbalnya adalah sebagai berikut:

1. Cari tahu apakah si produsen mencantumkan nomor ijin/sertifikasi BPOM pada produknya. Kalaupun ada, coba cek dulu ke situs BPOM untuk memastikan produk tersebut memang ada.

2. Usaha obat herbal biasanya menggunakan bahan-bahan yang kurang lazim didengar orang sebagai daya tariknya, misalnya bagian kulit buah-buahan tertentu atau dari tanaman yang mungkin masih asing bagi sebagian besar orang.

Jangan langsung termakan klaim obat ini; cek dulu apakah bahan-bahan yang dimaksud memang benar memiliki khasiat seperti yang disebutkan. Anda pasti tidak mau usaha obat herbal yang anda promosikan malah membuat orang lain sakit, ‘kan?

3. Jika anda tidak yakin, ada baiknya mempromosikan obat herbal yang sifatnya suplemen alias pelengkap, jenis yang sebaiknya dikonsumsi hanya sebagai pendukung pengobatan konvensional (jika sasarannya adalah penyembuhan penyakit).

Anda juga sebaiknya menekankan di situs atau halaman jejaring sosial anda bahwa obat herbal tersebut sebenarnya merupakan suplemen kesehatan.