Peluang Usaha Membuka Peternakan Sapi Potong

Peternakan sapi potong merupakan jenis usaha dengan potensi keuntungan besar, terutama karena daging sapi merupakan salah satu bahan makanan terpopuler di dunia, termasuk di Indonesia.

Dengan beternak sapi potong, anda juga bisa membantu masyarakat untuk mendapat pasokan daging sapi lokal yang notabene lebih terjangkau dan aman daripada daging impor, terutama jika anda bisa mengelola peternakan anda dengan baik.

Peternak sapi potong juga memiliki banyak kesempatan berpartner dengan usaha-usaha seperti restoran, kios hamburger, pabrik daging olahan dan sebagainya.

Modal merupakan hal yang penting dimiliki dalam memulai usaha peternakan sapi potong, namun tentu saja bukan satu-satunya yang harus anda pikirkan.

Untuk memulai usaha peternakan sapi potong, ada hal-hal penting yang harus anda lakukan selain mengumpulkan modal besar serta pengetahuan di bidang peternakan:

1. Lakukan survey tentang kebutuhan hasil produksi sapi potong di wilayah anda.

Apakah harga daging sapi di wilayah anda cenderung mahal?

Apakah ada peternakan lain di wilayah anda?

Apakah ada kesempatan luas untuk bekerjasama dengan usaha lain seperti restoran dan sebagainya di wilayan anda? Pastikan anda memahami seluk-beluk hal ini lebih dulu sebelum memutuskan membuka peternakan.

2. Pemilihan lokasi yang tepat.

Peternakan sapi potong dapat menimbulkan polusi kotoran serta bau tak sedap sehingga anda harus memastikan bahwa peternakan anda tidak dekat dengan rumah anda sendiri, daerah pemukiman atau sumber air warga. Selain itu, wilayah peternakan harus masih bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat dan tidak terpencil (dalam artian terlalu jauh dari wilayah sumber pakan serta keperluan peternakan lainnya).

3. Pemilihan sapi yang tepat.

Anda harus memastikan bahwa sapi-sapi yang anda pilih merupakan jenis yang sehat.

Periksalah bagian-bagian tubuhnya dan pastikan sapi anda memiliki mata jernih, kukunya tidak panas, pernafasannya lancar, tidak ada luka atau borok di kulit serta sekitar mulut dan dubur dan tidak ada tanda-tanda keberadaan parasit.

Pastikan sapi atau anak sapi yang anda beli memiliki silsilah jelas.

Jika anda sudah yakin dengan keputusan anda untuk membuka peternakan dan sudah menggali potensi keuntungan dengan baik, anda bisa mengambil kredit atau pinjaman dari koperasi atau bank untuk memulai usaha ternak sapi potong.

Atau, jika anda menginginkan peternakan dengan waktu produksi yang lebih pendek, anda bisa membuka usaha penggemukan sapi potong sebagai alternatif.

4. Teknik memberi pakan usaha sapi potong

Nah untuk memberi pakan sapi potong ini ternyata harus ada aturannya, anda tidak boleh sembarang memberi makan kepada sapi-sapi anda karena akan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan hasil dari ternak sapi potong ini.

Ada 3 hal yang harus anda tahu berkaitan dengan pemberian pakan hewan-hewan sapi ini yaitu pakan yang berasal dari tumbuhan hijau seperti kacang-kacangan, rumput atau limbah pertanian), pakan yang mengandung konsentrat seperti dedak padi, onggos, ampas tahu) dan jangan lupa berikan pakan sapi berupa vitamin, mineral dan urea.

Nah berikut ini takaran pakan sapi-sapi ternak anda
– Tumbuhan Hijau = 35 – 47 kg, atau bisa variasikan sesuai dengan berat/besarnya badan sapi
– Konsentrat   =  2 – 5 kg
– Vitamin, Mineral, Urea =  30 – 50 gr.

Lalu bagaimana dengan ukuran kandang dari usaha sapi potong ini?

Biasanya peternak usaha sapi potong ini membuat kandang sapi dengan ukuran  yang dibedakan antara sapi betina dan sapi jantan, seperti misalnya untuk sapi betina dewasa 1,5 meter x 2 meter/ekor, lalu sapi jantan itu biasanya 1,8 meter x 2 meter/ekor.

Hambatan dari usaha sapi potong

Dalam mengelola usaha sapi potong ini terkadang kita mengalami tantangan seperti misalnya sapi kita terkena penyakit/sakit bahkan kadang menular ke sapi-sapi lain.

Karena itu berikut tips pencegahan yang bisa anda lakukan ketika anda ingin meminimalkan terjadinya penyakit diantara ternak-ternak sapi anda, yaitu:

1. Pemanfaatan kandang karantina.

Untuk sapi baru hendaknya anda pisahkan/lebih baik dikarantina di kandang khusus yang terpisah dengan sapi-sapi lain.

Sehingga dalam beberapa hari kedepan, anda bisa melihat apakah sapi baru ini memiliki gejala penyakit tertentu atau tidak

Jangan lupa berikan obat cacing karena supaya setelah sapi tersebut anda rawat bisa cepat besar dan sehat.

Rata-rata untuk sapi baru di karantina minimal 7 hari, ketika anda yakin bahwa sapi tersebut sehat baru anda boleh pindahkan dari kandang karantina tersebut.

2. Kandang harus selalu bersih, artinya anda harus disiplin dalam membuang kotoran setiap hari supaya mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit pada hewan-hewan sapi anda ini

3. Jika ada sapi sakit, langsung karantina/pisahkan dengan sapi lainnya yang sehat

4. Secara berkalah adakan tes kesehatan hewan ternak sapi anda, khususnya yang menyangkut penyakit  Brucellosis dan Tuberculosis.

5. Lakukan desinfektan kandang dan peralatan secara rutin

6. Lakukan usaha vaksinasi teratur seperti misalnya pemberian vaksin Anthrax.

Semoga bermanfaat :)