Membuka Usaha Fotocopy

Thursday, November 22nd 2012.

Peluang Membuka Usaha Fotocopy

Usaha jasa fotocopy merupakan salah satu jenis usaha yang dapat dikatakan tidak ada matinya.

Usaha ini telah ada sejak lama dan ke depan akan terus ada karena dipastikan pengguna jasa ini juga tidak akan pernah hilang.

Banyak orang dari berbagai kalangan yang membutuhkan jasa fotocopy untuk berbagai keperluan.

Jadi, jika Anda sedang mencari peluang bisnis yang mudah dijalankan, tetapi menjanjikan pendapatan yang layak, Anda dapat memilih untuk membuka usaha fotocopy.

Berikut adalah tips sukses membuka dan menjalankan usaha fotocopy.

1. Memilih lokasi yang strategis

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha ini adalah lokasi.

Lokasi usaha fotocopy sebaknya dipilih yang berada di dekat perkantoran, kampus, atau sekolah, tetapi sekaligus mudah terjangkau atau keberadaannya mudah diketahui.

Dengan demikian, selain menyasar mahasiswa, karyawan kantor, atau anak-anak sekolah, usaha ini juga bisa mendapatkan pengguna dari masyarakat umum.

2. Riset harga

Sebelum membuka usaha fotocopy, sebaiknya Anda mencari informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai harga yang dipatok oleh usaha fotocopy lain di sekitar tempat Anda hendak membuka usaha.

Dengan demikian, Anda dapat memasang tarif yang kompetitif untuk menarik minat calon pengguna jasa Anda.

3. Menggunakan mesin fotocopy dengan kualitas baik

Orang menggunakan jasa fotocopy bukan sekadar untuk menggandakan dokumen.

Namun, bagaimana kualitas fotocopy juga menjadi penting, terutama untuk dokumen penting, seperti skripsi, karya tulis, dan dokumen berharga lain yang membutuhkan tampilan yang bersih.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya memilih mesih fotocopy yang hasilnya memuaskan.

4. Mesin fotocopy tidak harus baru

Mesin fotocopy berkualitas bagus yang akan Anda gunakan tidak harus baru karena harganya yang sangat mahal. Anda dapat menggunakan mesin fotocopy bekas asal kondisinya masih bagus. Mesin fotocopy bekas harganya jauh lebih murah.

5. Memberikan nilai tambah usaha

Untuk menambah pendapatan, selain menjalankan usaha fotocopy, Anda dapat melengkapinya dengan jasa penjilidan dan penjualan beragam alat tulis. Atau, Anda dapat pula sekalian menjalankan usaha rental komputer.

Nah untuk usaha fotocopy ini pengeluaran terbesar biasanya itu di biaya listrik.

Berikut ini salah satu contoh perhitungan kasar dari sebuah usaha fotocopy :

Pengeluaran Listrik 2-3 Juta/bulan

Gaji karjawan @800 ribu x2 orang = Rp. 1,6 Juta

Biaya Untuk Membeli Bahan Baku Bulanan :
-1,4 juta rupiah untuk beli kertas
-350 ribu  untuk beli tinta

Sehingga biaya operasional bulanan + bahan baku yang harus disediakan berkisar antara 6-7  juta/bulan.

Rata-rata penghasilan pelaku usaha fotocopy ini adalah 30 % dari omset usaha.

Jadi semisal pemasukan omset usaha fotocopy ini dalam sebulan adalah 10 juta rupiah, maka paling tidak dia mendapatkan keuntungan sampai 3 juta rupiah

Tentunya besar kecilnya pendapatan banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat keramaian customer, jasa yang disediakan seperti misalnya layanan fotocopy, jilid buku, laminating dan penjualan ATK dan juga dari keahlian yang dimiliki oleh karyawan anda.

Nah berikut ini tips untuk menambah omset pemasukan dari usaha fotocopy anda yaitu dengan cara memberikan layanan atau jasa seperti  misalnya  layanan foto digital dan foto editing, usaha rental komputer, berjualan voucher pulsa hp, jasa penterjemah bahasa asing, dll

Anda tertarik mengembangkan usaha fotocopy ini?