Ide Usaha untuk Mahasiswa : Menjadi Jasa Interpreter

Monday, July 29th 2013.

Jasa Interpreter adalah istilah untuk orang yang melakukan tugas penerjemahan secara lisan, misalnya menerjemahkan untuk tamu sebuah acara, menerjemahkan untuk peserta konferensi internasional, dan sebagainya.

Walaupun tentu membutuhkan keahlian berbahasa sesuai kebutuhan, interpreter bisa dibilang merupakan jenis usaha tanpa modal karena anda tinggal menawarkan jasa kepada mereka yang membutuhkan.

Aspek tanpa modal ini benar-benar bisa diterapkan jika anda adalah mahasiswa yang mencari penghasilan tambahan.

Mengapa demikian?

Sebabnya, ketika seorang interpreter profesional hendak menawarkan jasanya pada pihak lain secara mandiri, ia tentu masih harus mengeluarkan biaya untuk melakukan promosi dan penayangan iklan jasanya.

Jika anda mahasiswa, terutama jika anda kuliah di kampus-kampus yang kerap mengadakan event dengan tamu asing, anda bisa lebih leluasa memanfaatkan hal ini sebagai peluang usaha untuk mahasiswa dengan menawarkan jasa interpreter.

Berikut beberapa tips jika anda ingin menawarkan jasa interpreter untuk acara kampus:

1. Walaupun anda ingin melakukan tugas tersebut dalam kapasitas anda sebagai mahasiswa di kampus itu, ingat bahwa anda pun tetap harus membuat resume yang meyakinkan.

Jika perlu, bicara dulu dengan dosen atau pengurus acara tersebut jauh-jauh hari untuk menawarkan jasa interpreter.

2. Jangan jadi kuper di kampus sendiri; cari tahu tentang pengumuman berbagai rencana event dan acara yang kira-kira bisa menggunakan jasa interpreter. Catat acara-acara tersebut dan tawarkan jasa anda ke pengurus acara.

Dengan mencatat berbagai agenda acara, anda juga bisa segera mendaftar ketika ada pengurus acara kampus yang benar-benar membuka lowongan untuk para mahasiswa yang berminat menjadi interpreter.

3. Saat menjadi interpreter kampus, anda bisa bernegosiasi tentang tarif. Di Indonesia, tarif jasa interpreter standar adalah 250 ribu rupiah per 2 jam atau sekitar 2 juta rupiah untuk hitungan satu hari kerja.

Ingat, bahwa tarif ini belum tentu berlaku untuk mahasiswa yang menjadi interpreter untuk kegiatan kampusnya, jadi sebaiknya jangan terlalu rewel soal tarif. Yang penting, pastikan anda bisa mendapat tambahan referensi keahlian.

4. Mintalah referensi tertulis setelah event selesai jika anda tidak mendapat sertifikat.

Menjadi interpreter di acara kampus sendiri bukanlah peluang usaha untuk mahasiswa yang hasilnya sebanyak jika anda menjadi interpreter profesional, namun selain memungkinkan anda mendapat tambahan uang, kampus merupakan tempat yang baik untuk mengumpulkan referensi.

Setelah anda mengumpulkan cukup banyak referensi sebagai interpreter di kampus, kumpulkan dan rapikan semua referensi tersebut sebagai acuan untuk mencari pekerjaan sebagai atau membuka usaha jasa interpreter.

Bayangkan, jika dari usaha tanpa modal yang dilakukan di kampus, anda bisa berpeluang menjadi seorang profesional di bidang yang menjadi keahlian anda; hal itu pasti sangat memuaskan dan menguntungkan.