Franchise Corner Kebab

Friday, May 25th 2012.

Studi Kasus Usaha Franchise Corner Kebab di Bandung

Franchise Corner Kebab – Usaha waralaba di Bandung yang banyak berkembang salah satunya adalah seputar penyediaan kebutuhan pokok sehari – hari seperti mini market.

Ini dikarenakan kota Bandung yang memiliki sebagian besar penduduk pendatang dan pelajar dibanding penduduk aslinya.

Kebutuhan penduduk asli adalah cenderung untuk mengelola sendiri kebutuhan sehari – harinya dirumah dengan berbelanja di pasar tradisional, sementara penduduk pendatang maupun para pelajar cenderung untuk mencari kebutuhan pokok sehari – hari yang bersifat instan sehingga waralaba seperti mini market sangatlah berkembang dengan pesat di kota Bandung.

Usaha waralaba mini market yang berkembang dengan pesat diantaranya adalah Alfamart dan Indomart.

Namun pelulusan perijinannya harus melalui beberapa tahap yang ketat seperti lokasi yang strategis, pencapaian omzet dan profit. Dari sekitar 100 sampai dengan 300 unit pengajuan senilai 370 juta masing – masing, hanya akan ada sekitar 5 % yang dikabulkan dan dengan mudah ijin dapat dikeluarkan.

Jenis waralaba lainnya yang dapat dijangkau dengan investasinya sekitar 30 sampai dengan 40 juta nilai per unitnya adalah Solopuccino Coffee dan Franchise Corner Kebab.

Dan untuk usaha makanan seperti franchise Corner Kebab dan Solopuccino, setidaknya yang diperlukan untuk menjadikan tanda jadi adalah investasi awal sejumlah 5 juta. Sementara investasi seluruhnya adalah seharga 38 juta seluruhnya.

Prospek dan tanda jadi tentunya banyak, namun biasanya yang benar – benar terlaksana hanya beberapa karena terkait berbagai kondisi yang tidak memungkinkan.

Untuk biaya  franchise corner kebab dengan harga 38 juta ini, akan disediakan masa kerja sama selama 5 tahun dengan kemudahan bahan baku yang disuplai.

Bahan baku yang disuplai oleh pemberi franchise atau waralaba, dalam hal ini disuplai oleh franchise corner kebab karena bertujuan untuk menjaga mutu brand corner kebab tersebut.

Sistem pengelolaan juga dapat dipilih sesuai dengan keinginan pengambil investasi. Dapat dengan tipe pengelolaan mandiri ataupun dengan sistem syariah.

Beberapa hal yang harus diingat dalam mengelola usaha waralaba adalah rencana bisnisnya dan juga harus memperhatikan para pesaing disekitar lokasi, berapa banyak para pesaingnya, seberapa kuatkah mereka, dimana letak usaha mereka, dan bagaimana anda akan berkompetisi.

Anda bisa membaca penawaran tentang franchise ini di situs http://www.cornerkebabonline.com