3 Tips Sukses Distributor Pupuk Organik

Saturday, August 24th 2013.

Indonesia kaya akan sumber daya alam. Sebut saja sektor tambang, perhutanan, perkebunan, dan pertanian yang merupakan bidang industri pengelolaan dan pengolahan sumber daya alam serta turut menggerakkan roda perekonomian.

Perkebunan dan pertanian menjadi dua di antara berbagai sektor yang digalakkan oleh pemerintah demi mencapai swasembada pangan.

Tujuan lebih luas lagi adalah untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi impor bahan pangan, tentu saja agar Indonesia menjadi negara mandiri.

Selain pertanian dan perkebunan, bidang yang membutuhkan pupuk adalah perhutanan.

Berikut ini kiat sukses menjadi distributor pupuk organik

1. Persiapan modal.

Menjadi penyalur/pengedar pupuk membutuhkan modal lebih untuk membeli suplai pupuk organik dalam jumlah banyak, mendirikan gudang tempat penyimpanan stok pupuk, membeli kendaraan sebagai sarana pendistribusian pupuk ke agen, kios, atau toko.

2. Membuka dan memperluas jaringan dengan bermitra bersama agen ataupun toko pupuk di sekitar lahan perhutanan, perkebunan, dan pertanian.

3. Promosi melalui berbagai penyebarluasan informasi, khususnya mengenai berbagai keuntungan bila menggunakan pupuk hayati alih-alih pupuk kimiawi. Keuntungan menggunakan pupuk organik telah dirasakan secara langsung oleh banyak petani.

Beberapa contoh keuntungan yang bisa disebarluaskan informasinya kepada para petani di antaranya adalah, mengurangi pemakaian pupuk kimia yang memiliki efek samping bagi pertumbuhan tanaman maupun kesehatan manusia bila tanaman tersebut dikonsumsi secara terus-menerus.

Selain itu, memakai pupuk organik pun membantu mengurangi kerusakan alam. Tanah yang pupuk kimia lama-kelamaan akan rusak dan mengalami gangguan yang dapat berdampak pada lingkungan alam secara global.

Banyak petani yang membutuhkan pupuk organik. Belum lagi mereka yang berkecimpung di bidang lain di luar perhutanan, pertanian, dan perkebunan yang membutuhkan pupuk organik. Kesuksesan berada di pelupuk mata untuk menjadi distributor atau penyalur pupuk organik.