3 Investasi Menguntungkan Bagi Pengusaha UKM

Monday, June 23rd 2014.

investasiSumber keuangan suatu bisnis tentunya tidak hanya mengacu pada pendapatan usaha saja. Untuk memperoleh pemasukan tambahan, sebaiknya pengusaha juga perlu melakukan investasi. Tapi investasi untuk pengusaha UKM tentunya berbeda dengan investasi perseorangan. Meski demikian, para pengusaha UKM juga dapat mengambil jenis-jenis investasi yang biasa diambil oleh perseorangan.

Memilih Jenis Investasi yang Tepat

Saat ini memang ada banyak instrument investasi. Akan tetapi investasi UKM sebaiknya disesuaikan dengan bisnis yang digeluti. Jadi bisnis apa yang sedang Anda geluti saat ini?

Jika bisnis yang digeluti berhubungan dengan kuliner, maka investasi yang dilakukan juga berhubungan dengan hal tersebut. Misalnya saja dengan berinvestasi ke pembudidayaan lele atau berinvestasi ke petani.

Tujuannya tentu untuk memperoleh hak eksklusif untuk memperoleh hasil budidaya atau hasil pertaniannya. Selain itu berinvestasi juga akan membantu pengusaha untuk memperoleh harga yang jauh lebih murah. Bahkan lebih dari itu, pengusaha kuliner bisa memperoleh hasil budidaya dan hasil pertanian tersebut secara gratis dalam jumlah tertentu.

Investasi di Sektor Keuangan

Selain berinvestasi di sektor-sektor yang berkaitan dengan bisnis yang sedang digeluti, pengusaha UKM juga dapat berinvestasi di sektor keuangan. Misalnya saja dengan membuka rekening reksa dana atau turut bermain forex. Tapi semua itu kembali lagi pada kemampuan finansial perusahaan dan bidang yang digeluti oleh sang pengusaha.

Jika tidak memiliki kemampuan di sektor investasi tersebut, sangat tidak dianjurkan untuk mengambil instrumen investasi ini.

Investasi Emas

Investasi emas sebenarnya bisa diambil oleh siapapun. Lebih menarik lagi, investasi ini juga termasuk aman. Tingkat liquiditasnya juga cukup tinggi. Tidak sulit untuk menjual emas. Nilai emas juga cenderung stabil dan bertambah secara simultan. Hanya saja investasi ini termasuk investasi jangka panjang. Jadi untuk memperoleh hasilnya, investor harus menahannya selama kurun waktu beberapa tahun.